akhirnya tamat juga nih game. jadi sekarang gw mo review game yang satu ini. Call of Duty : World at War (kadang disebut call of duty 5) adalah seri terbaru dari call of duty. Temanya kembali ke masa PD II, setelah pada seri sebelumnya, Modern Warfare, mengambil tema perang Irak. Cuman game yang ini agak berbeda dengan seri CoD dengan tema PD II, yang biasanya bertempur melawan tentara NAZI Jerman, karena kali ini mengambil setting perang pasifik melawan Jepang. meskipun begitu, perang eropa tetap dimasukkan dalam game ini. Plot (Jalan cerita) dibagi 2, yaitu Plot America (Pacific War) melawan Jepang dengan main Character Pvt. Miller , dan Plot Sovyet (European War) melawan NAZI Jerman, dengan main character Pvt. Dimitri Petrenko.
Menurut gw, game ini lumayan baik dari seri CoD yg mengambil tema PD II, karena graphicnya sekarang menggunakan sistem yang sama dengan Call of Duty 4, jadi, Game graphicnya lebih realistis. tadi ini graphic, sekarang permainannya. di Plot America, dalam tentara jepang ada yang namanya “Banzai Attacker”, cara menyerangnya sama dengan anjing liar dalam Call of Duty 4, tentara ini bersembunyi, keluar, dan lari” kayak orang gila lepas dari RSJ, sambil teriak “Tenno Heika, BANZAAIIII!!!!” (makanya namanya banzai attacker), dan gw gak tau artinya apa! Di plot Sovyet, masih mempertahankan sistem Anjing (yang ini peliharaan, herder).
Cuma dimana ada kelebihan, pasti ada kekurangan. seperti spec yang lumayan besar, dan akurasi sejarah. Spec yang besar ini, bisa menyebabkan game performance jadi lambat (padahal gw sendiri RAM nya 2GB, tetep aja lambat), dan antara suara dan gerakan mulut pada saat karakter tentara sedang berbicara, tidak pas, jadiny kayak sinetron Dubbingan Indosiar! ckckckckckck….. lalu Akurasi Sejarah yg kurang pas, terutama pada Plot Sovyet stage terakhir. contohnya, di depan Reichstag tidak ada rumah, yang ada cuma lapangan, lalu di architrave (alas atap) harusnya ada tulisan “Dem Deutschen Volke” (Untuk Rakyat Jerman), yg ini kagak ada, dan harusnya pada saat pengibaran bendera sovyet, seharusnya dikibarkan-kibarkan, bukan ditancapkan. Jadi untuk akurasi sejarah, menurut gw sendiri masih lebih bagus Call of Duty 1 (untuk perang pasifik, natr gw cari kontradiksi antara game dengan sejarah).
Pokoknya, game ini masih “fresh from the programmer”, dan mesti dicoba!!
PS: Jika gw ada kesalahan informasi, harap diralat di bagian comment, Thanks! Danke! Merci! Arigato! Syukron!